Abstraksi :
- Abstraksi yang bersifat sadar
- Abstraksi yang bersifat tak sadar
Kita ambil contoh abstraksi, misalnya Titik. Tanpa kita sadari titik mengandung banyak makna. Dari segi subjektivitasnya titik merupakan kesadaran akan ruang dan waktu. Sedang dilihat dari segi objektivitasnya titik merupakan objek yang ada dan yang mungkin ada. Jika ditarik berdasarkan maknanya, titik berpotensi menjadi garis, lingkaran, bidang, balok, bahkan bangun tak beraturan tergantung yang ada dan yang mungkin ada dalam Ruang dan Waktu. Dalam hal ini titik dapat menimbulkan kesadaran pikiran kita tentang suatu benda sehingga separo dunia sudah tergapai.
Untuk menggapai separo dunia yang lain yaitu kenyataan yang ada dalam pikiran kita, maka kita membutuhkan pengalaman, sehingga dapat menimbulkan Mitos ( merupakan pengalaman yang dialami ) dan Logos ( apa yang ada dalam pikiran kita ).
Antara Mitos dan Logos berlaku sifat kontradiksi. Misalnya antara titik dan garis jika ditinjau dari Ruang dan Waktu berlaku sifat kontradiksi. Contoh lain misalnya kecepatan. Dalam teori fisika rumus kecepatan dirumuskan v = s/t. Sedangkan pada prakteknya dalam kehidupan sehari-hari yaitu saat kita mengendarai kendaraan bermotor maka kita memperoleh kecepatan.
Dari gabungan teori dan praktek seperti contoh di atas, maka kita menggapai dunia yang seutuhnya.
Dari uraian di atas maka kita simpulkan bahwa dunia dibagi menjadi 2, yaitu :
Dunia yang ada dalam pikiran kita yang bersifat transenden, logika, apriori, analitik, dll.
Dunia yang ada di luar pikiran kita yang bersifat realitik, fisik, aposteriori, sintetik, persepsi, pengalaman, dll.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar